## Takdir yang Menyatukan Kembali Kabut ungu menari di antara paviliun kuno. Angin berbisik membawa aroma bunga persik dan kenangan yang terasa asing namun begitu *akrab*. Li Mei, atau yang kini dipanggil Anya, berdiri di tepi danau buatan di kebun teh keluarganya. Bayangan di permukaan air beriak, bukan hanya karena angin, tetapi juga karena gejolak di dalam dadanya. Anya seringkali dilanda mimpi-mimpi aneh; mimpi tentang sutra merah, pedang berlumuran darah, dan pengkhianatan yang menusuk jantung. Ia tak mengerti mengapa mimpi-mimpi itu begitu nyata, begitu *menyakitkan*. Ia hanya tahu bahwa mimpi-mimpi itu membuatnya merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Suatu sore, ketika Anya sedang berlatih kaligrafi, ia tanpa sengaja menggambar *aksara kuno* yang asing. Anehnya, tangannya bergerak seolah memiliki ingatannya sendiri. Aksara itu membentuk sebuah nama: Lan Wangji. Nama itu seperti kunci yang membuka peti kenangan terkunci. Perlahan, ingatannya mulai kembali. Ia bukan hanya Anya, ia juga Li Mei, putri mahkota yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Lan Wangji, demi kekuasaan. Lan Wangji di kehidupannya ini adalah seorang pengusaha muda yang sukses, arogan, dan memiliki mata setajam elang. Ketika Anya pertama kali bertemu dengannya di sebuah acara amal, jantungnya berdebar keras. Bukan karena cinta, melainkan karena *amarah* dan *kecewa* yang terpendam selama ribuan tahun. Anya tahu ia memiliki kesempatan untuk membalas dendam. Ia memiliki kekuatan, kecerdasan, dan koneksi yang tidak dimiliki Li Mei dulu. Ia bisa menghancurkan bisnis Lan Wangji, menjatuhkannya ke titik terendah, dan membiarkannya merasakan sakitnya pengkhianatan. Namun, ada sesuatu yang menahannya. Melihat wajah Lan Wangji, meskipun angkuh dan penuh perhitungan, Anya melihat secercah penyesalan. Mungkin, hanya mungkin, ia *tidak sepenuhnya* bersalah. Mungkin ada kekuatan lain yang memaksanya mengkhianati Li Mei. Anya memilih jalan yang berbeda. Ia menggunakan koneksinya untuk memastikan Lan Wangji kehilangan sebuah proyek penting, proyek yang akan membawanya menuju kekuasaan yang lebih besar. Sebuah proyek yang, Anya tahu, akan mengubahnya menjadi monster seperti di kehidupan sebelumnya. Ia melihat kekecewaan di mata Lan Wangji, tetapi ia juga melihat kelegaan. Anya tidak tahu apakah Lan Wangji mengingat masa lalunya, tetapi ia tahu bahwa keputusannya telah mengubah takdir mereka berdua. Di malam yang sunyi, Anya menatap langit bertabur bintang. Angin berbisik, "Kita akan bertemu lagi, di bawah *bulan yang sama*, mungkin bukan sebagai musuh…"
You Might Also Like: Reseller Kosmetik Fleksibel Kerja Dari

0 Comments: