Baiklah, ini dia cerita pendek ala Dracin dengan gaya yang Anda inginkan: **Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas dari Bayan...

Drama Populer: Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas Dari Bayanganku Drama Populer: Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas Dari Bayanganku

Drama Populer: Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas Dari Bayanganku

Drama Populer: Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas Dari Bayanganku

Baiklah, ini dia cerita pendek ala Dracin dengan gaya yang Anda inginkan: **Ia Mengatakan Aku Masa Lalunya, Tapi Tak Pernah Lepas dari Bayanganku** Alunan guqin malam ini terasa *lebih* menyayat hati. Seperti itulah perasaanku setiap kali melihatnya, Su Wei. Dulu, ia adalah mentari dalam hidupku, kini hanyalah bayangan kelabu yang terus mengejar. "Aku... aku tidak bisa bersamamu lagi, Xiao Yun," bisiknya, lima tahun lalu, di bawah pohon sakura yang tengah bermekaran. Sakura itu kini telah mati, seperti hatiku. Ia meninggalkanku demi ambisi, demi keluarga Lin yang kaya raya. Ia bilang, aku hanyalah masa lalunya. Namun, setiap kali aku melangkah, bayangannya selalu ada. Di setiap pesta, di setiap acara amal, mata sipitnya yang dulu penuh cinta, kini hanya memancarkan kerinduan yang disembunyikan dengan rapat. Ia menikahi Lin Mei, pewaris tunggal Grup Lin, tapi aku tahu... hatinya masih *terjebak* di sini, bersamaku. Aku memilih diam. Bukan karena aku lemah, bukan. Aku menyimpan **RAHASIA** yang tak boleh terungkap. Sebuah rahasia yang akan menghancurkannya, menghancurkan keluarga Lin, dan... mungkin juga diriku. Aku adalah satu-satunya saksi mata. Malam itu, malam sebelum ia pergi, aku melihat Lin Mei mendorong seorang pria ke jurang. Pria itu adalah kekasih Lin Mei, yang juga *sahabat* Su Wei. Kecelakaan? Bukan. Itu pembunuhan yang direncanakan dengan rapi. Aku bisa saja membongkar kebenaran. Aku bisa saja membalas dendam dengan teriakan dan air mata. Tapi aku memilih untuk diam. Karena aku tahu, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Lima tahun berlalu. Grup Lin mulai goyah. Investasi yang salah, hutang yang menumpuk, dan... **kebocoran informasi** yang misterius. Aku tahu dalangnya. Bukan aku secara langsung, tapi tangan-tangan tak terlihat yang bergerak sesuai dengan rencana yang telah kubuat bertahun-tahun lalu. Rencana tanpa darah, tanpa teriakan, hanya dengan... **takdir**. Su Wei, yang kini terlihat lebih tua dan lelah, datang menemuiku. Matanya memohon, "Xiao Yun... bantu aku. Keluarga Lin... mereka..." Aku tersenyum tipis. "Aku? Mengapa aku harus membantumu? Bukankah aku hanyalah masa lalumu?" Ia terdiam. Kemudian, dengan suara yang nyaris tak terdengar, ia berbisik, "Aku... aku tahu. Aku tahu kau yang melakukannya. Tapi... mengapa?" Aku mendekat, membisikkan sebuah kalimat yang akan menghantuinya selamanya: "Karena... **kau tidak pernah benar-benar meninggalkanku, bukan?**" *Dan kini, ia akan kehilangan segalanya, termasuk masa depannya.*
You Might Also Like: 0895403292432 Reseller Kosmetik Bisnis

0 Comments: