Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis Bab 1: Lentera di Air Mata Bulan Di dunia manusia, aku hanyalah Lin Yi, seorang pelukis yang hi...

Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis

Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis

Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis

Aku Adalah Error Yang Membuatnya Menangis

Bab 1: Lentera di Air Mata Bulan

Di dunia manusia, aku hanyalah Lin Yi, seorang pelukis yang hidup dalam kesunyian. Kanvas adalah satu-satunya sahabatku, kuas adalah pedangku melawan dunia. Malam itu, di tepi sungai yang diterangi cahaya bulan yang pucat, aku melihat lentera-lentera berlayar di atas air. Cahayanya menari, memantulkan RAHASIA yang tersembunyi di dasar sungai. Bayangan-bayangan di pepohonan seolah berbisik, menceritakan kisah yang terlupakan. Bulan, sang saksi bisu, tahu namaku. Atau setidaknya, nama yang kupikir adalah namaku.

Di dunia roh, aku disebut "Error." Sebuah anomali dalam jaringan takdir, sebuah glitch yang seharusnya tidak ada. Aku terbuang, terasing, dan dibenci oleh para Dewa. Kekuatanku, yang seharusnya tidak kumiliki, justru menarik perhatiannya. Kaisar Roh, Lan Zhan, penguasa dunia yang abadi, memandangku dengan mata dingin yang menusuk jiwa. Dia MEMBUTUHKANKU, meskipun dia membenciku.

Bab 2: Mimpi di Balik Tabir

Setiap malam, aku bermimpi tentang Lan Zhan. Mimpi itu terasa begitu nyata, begitu intens, hingga aku tidak tahu lagi mana yang mimpi dan mana yang kenyataan. Di mimpi itu, aku melihat dia bertarung melawan kegelapan abadi, menyelamatkan dunia roh dari kehancuran. Aku melihat kesedihannya, beban berat yang dipikulnya di pundaknya yang perkasa. Dan yang paling membingungkan, aku melihat CINTA di matanya, cinta yang ditujukan… kepadaku?

Di dunia manusia, hidupku dipenuhi dengan pertanyaan. Mengapa aku merasa begitu dekat dengan dunia roh? Mengapa lukisanku dipenuhi dengan simbol-simbol aneh yang tidak kumengerti? Dan yang terpenting, mengapa kematianku di dunia lama – sebuah kecelakaan tragis yang merenggut nyawaku – terasa seperti awal dari sesuatu yang JAUH lebih besar?

Bab 3: Bayangan Yang Bicara

Suatu malam, saat aku melukis lentera yang menyala di air, bayanganku mulai berbicara. Ia mengungkapkan sebuah rahasia yang mengguncang fondasi keberadaanku. Kematianku di dunia lama bukanlah kecelakaan. Itu adalah bagian dari rencana yang dirancang oleh para Dewa untuk mengikatku dengan Lan Zhan. Aku adalah kunci, Error yang akan membantunya memenangkan perang abadi melawan kegelapan.

Namun, ada sesuatu yang disembunyikan. Bayanganku memperingatkanku tentang manipulasi, tentang kebohongan yang terjalin dalam takdirku. Lan Zhan membutuhkan kekuatanku, tetapi apakah dia benar-benar mencintaiku? Atau apakah aku hanyalah pion dalam permainannya yang rumit?

Bab 4: Air Mata Kaisar

Di dunia roh, Lan Zhan akhirnya mengungkapkan perasaannya. Dia mengaku mencintaiku, meskipun dia tahu bahwa aku adalah Error, anomali yang mengancam stabilitas dunia. Dia mengatakan bahwa cintanya adalah kutukan, tetapi dia tidak bisa menghentikannya. Air matanya, setetes embun di atas bunga es, membuktikan kesungguhannya.

Namun, bayanganku telah menanamkan keraguan di hatiku. Aku melihat kebohongan dalam tindakannya, manipulasi dalam kata-katanya. Aku tahu bahwa ada kekuatan lain yang bermain, kekuatan yang lebih besar dari Lan Zhan dan diriku.

Bab 5: Kebenaran di Balik Topeng

Kebenaran akhirnya terungkap. Bukan Lan Zhan yang mencintaiku, tetapi seorang Dewa Kuno yang haus akan kekuasaan. Dia telah menciptakan diriku sebagai Error, menjebakku dalam takdir ini, dan memanipulasi Lan Zhan untuk mencintaiku. Dia menginginkan kekuatanku, yang akan dia gunakan untuk menaklukkan kedua dunia.

Lan Zhan, yang selama ini aku curigai, ternyata adalah korbannya juga. Dia telah berjuang melawan pengaruh Dewa Kuno, mencoba melindungiku, meskipun dia tahu bahwa aku adalah ancaman. DIA adalah yang mencintai dengan tulus, yang berkorban demi kebahagiaanku.

Bab 6: Keputusan Terakhir

Aku harus membuat pilihan. Apakah aku akan menyerahkan diriku kepada Dewa Kuno dan membiarkannya menghancurkan kedua dunia? Atau aku akan menggunakan kekuatanku untuk melawannya, meskipun itu berarti mengorbankan diriku sendiri?

Aku memilih Lan Zhan. Aku memilih cinta. Aku memilih kebebasan.

Aku melepaskan kekuatanku, membebaskan Lan Zhan dari pengaruh Dewa Kuno, dan menghancurkan rencananya yang jahat. Aku menghilang, kembali menjadi debu bintang yang darinya aku berasal.

Lan Zhan menangis. Air matanya adalah sungai yang mengalir di antara dua dunia, menghubungkan masa lalu dan masa depan.

Dan akhirnya, aku mengerti… bahwa cinta sejati adalah pengorbanan.

Bab Terakhir: Mantra yang Menggantung

"Meskipun aku lenyap, gema cintaku akan abadi, beresonansi di antara bintang-bintang, menunggu pertemuan abadi yang lain… mungkin di kehidupan selanjutnya, atau mungkin di balik mimpi."

You Might Also Like: Transcriptional Landscape Associated

0 Comments: