Pedang yang Menutup Kisah Dunia Bulan sabit menggantung rendah di atas Paviliun Angin Tenang. Di dalam, Li Wei, dengan jubah putih usang, ...

Cerita Seru: Pedang Yang Menutup Kisah Dunia Cerita Seru: Pedang Yang Menutup Kisah Dunia

Cerita Seru: Pedang Yang Menutup Kisah Dunia

Cerita Seru: Pedang Yang Menutup Kisah Dunia

Pedang yang Menutup Kisah Dunia

Bulan sabit menggantung rendah di atas Paviliun Angin Tenang. Di dalam, Li Wei, dengan jubah putih usang, memetik guqinnya. Nadanya lirih, seolah merangkai benang-benang kesedihan yang tak berujung. Setiap gesekan senar adalah bisikan penyesalan, sebuah melodi yang hanya dimengerti oleh malam dan hatinya yang remuk.

Lima tahun lalu, Li Wei adalah putra kebanggaan Sekte Gunung Tian. Bakatnya dalam ilmu pedang dielu-elukan, dan pernikahannya dengan Mei Lin, putri pemimpin sekte, dinantikan semua orang. Namun, di malam sebelum pernikahan, semua runtuh. Mei Lin ditemukan berpelukan dengan sahabat Li Wei, Zhang Yuan. Pengkhianatan itu seperti racun yang menjalar, membakar habis semua yang Li Wei cintai.

Anehnya, Li Wei tidak marah. Tidak ada teriakan, tidak ada pedang yang terhunus. Ia hanya tersenyum pahit, lalu pergi. Ia meninggalkan Gunung Tian, meninggalkan kekayaan, kehormatan, dan wanita yang dicintainya.

Sejak saat itu, Li Wei mengasingkan diri di Paviliun Angin Tenang. Ia menjadi seorang ronin, seorang pendekar tanpa tuan, menghabiskan hari-harinya dengan bermain guqin dan merenung. Orang-orang menganggapnya lemah, pengecut. Mereka berbisik tentang bagaimana patah hatinya telah meruntuhkan semangat juangnya. Namun, mereka SALAH BESAR.

Li Wei memilih diam bukan karena ia tidak mampu membalas dendam. Ia diam karena ia menyimpan sebuah RAHASIA. Sebuah rahasia yang, jika terungkap, akan mengguncang seluruh dunia persilatan.

Lima tahun lalu, sebelum pengkhianatan Mei Lin terungkap, Li Wei secara tidak sengaja menemukan sebuah gulungan kuno di perpustakaan terlarang Gunung Tian. Gulungan itu berisi peta menuju Pedang Penghancur Dunia, sebuah artefak legendaris yang konon mampu mengendalikan takdir.

Li Wei menyadari, jika pedang itu jatuh ke tangan yang salah, dunia akan berada dalam bahaya besar. Dan ia memiliki firasat buruk tentang siapa yang menginginkannya.

Selama lima tahun ini, Li Wei tidak hanya meratapi nasib. Ia mengasah guqinnya menjadi senjata yang mematikan, menyempurnakan teknik pernapasan kuno yang ia pelajari dari gulungan itu, dan mengamati gerak-gerik Zhang Yuan dan Mei Lin.

Semakin lama ia mengamati, semakin jelaslah segalanya. Pengkhianatan mereka BUKANLAH cinta sejati. Itu adalah rencana yang dirancang dengan cermat untuk menyingkirkan Li Wei dan mendapatkan peta menuju Pedang Penghancur Dunia.

Ternyata, Mei Lin adalah mata-mata dari Sekte Bulan Darah, sebuah organisasi jahat yang haus kekuasaan. Zhang Yuan, yang selama ini dianggap sahabat, adalah kaki tangannya.

Pada malam bulan purnama, Li Wei merasakan kekuatan yang berbeda dari guqinnya. Kekuatan itu resonansi dengan bintang-bintang, dengan takdir. Ia tahu, waktunya telah tiba.

Ia meninggalkan Paviliun Angin Tenang, tidak membawa pedang, hanya guqinnya. Ia berjalan menuju Gunung Tian, bukan untuk membalas dendam secara langsung, tetapi untuk memastikan pedang itu tidak jatuh ke tangan yang salah.

Di puncak Gunung Tian, ia berhadapan dengan Mei Lin dan Zhang Yuan, yang sudah menunggu dengan pasukan Sekte Bulan Darah. Pertempuran sengit terjadi. Namun, Li Wei tidak bertarung dengan pedang. Ia bertarung dengan guqinnya. Nada-nada yang ia hasilkan melumpuhkan musuh, membelokkan pedang, dan menciptakan ilusi yang membingungkan.

Akhirnya, Mei Lin dan Zhang Yuan berhasil dikalahkan, tetapi mereka menolak menyerah. Mereka mencoba mengambil peta dari Li Wei, tetapi ia sudah menghancurkannya.

"Kau pikir dengan menghancurkan peta, kami akan menyerah?" Mei Lin tertawa sinis. "Kami sudah tahu lokasi Pedang Penghancur Dunia. Kau hanyalah penghalang kecil."

Li Wei tersenyum tipis. "Kalian salah. Aku bukan penghalang. Aku adalah KUNCI."

Ia memainkan nada terakhir di guqinnya. Nada yang membangkitkan kekuatan kuno, kekuatan yang tersembunyi di dalam pedang itu sendiri. Kekuatan yang menolak untuk diperintah oleh orang yang memiliki hati yang gelap.

Tiba-tiba, tanah bergetar. Langit bergemuruh. Pedang Penghancur Dunia muncul dari dalam tanah, tidak di tangan Mei Lin atau Zhang Yuan, tetapi di tangan... tidak seorang pun. Pedang itu melayang di udara, memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan.

Lalu, dengan kecepatan yang luar biasa, pedang itu melesat, menebas Mei Lin dan Zhang Yuan dalam sekejap. Tidak ada jeritan, tidak ada perlawanan. Mereka lenyap, seolah tidak pernah ada.

Pedang Penghancur Dunia, setelah menunaikan tugasnya, menghilang kembali ke dalam tanah, meninggalkan Li Wei sendirian di puncak Gunung Tian, di bawah cahaya bulan purnama.

Ia telah membalas dendam, bukan dengan kekerasan, tetapi dengan membiarkan takdir berbalik arah. Ia telah melindungi dunia, bukan dengan kekuatan, tetapi dengan pengetahuan dan kesabaran.

Li Wei memandang langit. Ia tahu, kisah ini belum berakhir. Masih banyak ancaman di luar sana. Masih banyak rahasia yang harus ia jaga.

Ia berbalik, dan berjalan menjauh, meninggalkan Gunung Tian untuk selamanya. Ia adalah Li Wei, penjaga rahasia, bukan lagi seorang pendekar, tetapi seorang bayangan yang akan selalu melindungi dunia dari kegelapan.

Dan di belakangnya, angin berbisik, membawa serta sepotong pertanyaan yang tak terjawab: Apakah ia benar-benar menghancurkan peta, atau masih ada sepotong kecil yang ia simpan untuk dirinya sendiri…?

You Might Also Like: Do Chickens Snack On Spiders And 166 Do

0 Comments: