Pedang yang Menyala Saat Mereka Bertemu
Lentera-lentera terapung di permukaan Danau Bulan, memancarkan cahaya kemerahan yang menari-nari di atas air. Di dunia nyata, dunia manusia, itu hanyalah pemandangan indah. Namun, di dunia roh, setiap lentera adalah bisikan jiwa yang hilang, danau itu sendiri adalah memori yang tak terhapuskan.
Lin Yue, seorang pemuda dengan tatapan sayu dan rambut sehitam malam, berdiri di tepi danau. Ia bukan bagian dari dunia ini, atau begitulah yang ia kira. Ia ingat kematiannya, jatuh dari tebing di dunia lamanya, dunia tanpa sihir. Lalu, ia terbangun di sini, di dunia yang terbagi dua: dunia manusia yang fana, dan dunia roh yang abadi.
Di dunia roh, bayangan memiliki suara. Bayangan Lin Yue sendiri sering berbicara, memberikan petunjuk samar yang membuat kepalanya berdenyut. "Kau dicari, Nak. Pedang itu menunggu," bisiknya.
Lin Yue tidak mengerti. Ia hanya tahu bahwa ia harus menemukan pedang. Pedang yang menyala saat mereka bertemu. Ia bertemu dengan Bai Lian, seorang roh yang anggun dengan mata seindah giok. Bai Lian adalah penjaga Danau Bulan, dan ia TAHU lebih dari yang ia katakan.
"Dunia ini terancam," kata Bai Lian suatu malam, saat bulan purnama memandangi mereka dari langit. "Gerbang antara dunia manusia dan dunia roh semakin tipis. Kegelapan akan merayap masuk, jika kita tidak menghentikannya."
Lin Yue merasakan getaran aneh di dadanya. Sebuah kekuatan yang tertidur lama mulai bangkit. Saat ia menyentuh gagang pedang tua yang tergeletak di dasar Danau Bulan, pedang itu MEMBARA.
Api, menyala bukan karena sihir, tapi karena emosi. Karena Lin Yue, seorang manusia yang mati, adalah reinkarnasi dari seorang Dewa Pedang yang legendaris. Kematiannya di dunia lama bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah TAKDIR.
Bulan, saksi bisu dari ribuan tahun, mengingat namanya. Lin Yue. Nama yang tertulis di bintang-bintang, nama yang akan menyelamatkan dua dunia.
Perjalanan Lin Yue dipenuhi pertempuran, pengkhianatan, dan cinta yang membingungkan. Apakah Bai Lian mencintainya, atau hanya memanfaatkannya? Apakah Raja Roh, sosok yang berjanji akan melatihnya, tulus atau memiliki agenda tersembunyi?
Semakin dalam ia menyelam ke dalam takdirnya, semakin ia menyadari bahwa realitas dan mimpi telah bertukar tempat. Siapa yang benar, siapa yang salah? Jawabannya tersembunyi di balik topeng para dewa, di dalam bisikan bayangan, di antara nyala api pedang.
Di akhir perjalanan panjang, Lin Yue menemukan kebenaran yang pahit. Raja Roh, yang selama ini ia percayai, adalah dalang di balik semua kekacauan. Ia ingin menghancurkan dunia manusia dan dunia roh, untuk menciptakan dunia baru yang hanya ia kuasai. Dan Bai Lian… Bai Lian selalu mencintainya, sejak pertama kali mata mereka bertemu. Ia mengorbankan segalanya untuk melindunginya.
Dengan pedang yang menyala di tangannya, Lin Yue menghadapi Raja Roh. Pertempuran itu mengguncang dua dunia. Pada akhirnya, cinta dan pengorbanan mengalahkan kegelapan. Raja Roh dikalahkan, gerbang antara dua dunia ditutup, dan keseimbangan dipulihkan.
Namun, Lin Yue tidak bisa kembali ke dunia lamanya. Ia terikat pada dunia ini, pada takdirnya. Ia memilih untuk tetap tinggal, menjaga keseimbangan, dan mencintai Bai Lian.
"Namun, takdir mereka masih terjalin..."
Akan kah cinta mereka menjadi akhir ataukah pengulangan sejarah?
You Might Also Like: Jualan Kosmetik Penghasilan Tambahan
0 Comments: