Hembusan angin malam membawa aroma melati dan darah. Mei Lan, dengan rambut sehitam malam dan mata setajam belati, berdiri di tepi Danau Bu...

Drama Abiss! Cinta Yang Menuntut Darah Drama Abiss! Cinta Yang Menuntut Darah

Drama Abiss! Cinta Yang Menuntut Darah

Drama Abiss! Cinta Yang Menuntut Darah

Hembusan angin malam membawa aroma melati dan darah. Mei Lan, dengan rambut sehitam malam dan mata setajam belati, berdiri di tepi Danau Bulan. Di bawahnya, bayangan bulan menari-nari, serupa kenangan yang berkabut. Ia merasakan sentuhan dingin di lehernya, bukan dari angin, melainkan dari sesuatu yang jauh lebih dalam.

Mei Lan, seorang desainer interior muda di Shanghai modern, kerap dihantui mimpi aneh tentang pedang berlumuran darah, istana megah yang terbakar, dan seorang pria dengan senyum sehangat matahari namun mata sedingin es. Mimpinya begitu nyata, ia bisa merasakan panasnya api dan dinginnya baja.

Suatu hari, saat mengunjungi pameran barang antik, matanya terpaku pada lukisan seorang wanita berpakaian sutra merah, berdiri di depan istana yang sama dengan yang ada dalam mimpinya. Di bawah lukisan, tertulis nama: Lian Hua. Jantung Mei Lan berdebar kencang. Lian Hua... Aku kah itu?

Sejak saat itu, potongan-potongan kenangan masa lalu mulai bermunculan. Ia ingat dirinya, Lian Hua, putri mahkota yang dicintai seluruh negeri. Ia ingat Lin Wei, pangeran dari kerajaan tetangga yang menawan hatinya. Ia ingat janji-janji manis di bawah pohon sakura yang bermekaran.

Namun, kenangan tergelap adalah pengkhianatan. Lin Wei, yang seharusnya menjadi suaminya, justru bersekongkol dengan musuh untuk merebut kerajaannya. Lian Hua menyaksikan istananya terbakar, keluarganya dibantai, dan dirinya ditikam oleh tangan yang ia cintai. Pengkhianatan itu MEMBUNUHNYA.

Di kehidupan ini, takdir mempertemukan Mei Lan dengan seorang arsitek muda bernama Wei Lin, yang wajahnya nyaris identik dengan Lin Wei. Awalnya, Mei Lan berusaha menghindarinya, takut terulang kembali siklus pengkhianatan. Namun, Wei Lin gigih mengejarnya, membanjiri Mei Lan dengan perhatian dan pujian.

Mei Lan tahu, ini adalah kesempatan kedua. Wei Lin memang mewarisi wajah Lin Wei, tetapi ia tidak mewarisi takdirnya. Ia masih memiliki PILIHAN.

Suatu malam, saat mereka makan malam romantis di sebuah restoran mewah, Wei Lin menawarkan Mei Lan pekerjaan impiannya: mendesain ulang seluruh interior vila mewah miliknya, proyek yang akan melambungkan karir Mei Lan ke puncak. Mei Lan tersenyum tipis. Ini adalah kesempatan yang ia tunggu-tunggu.

"Wei Lin," ucap Mei Lan, suaranya lembut namun menusuk, "Aku menerima tawaranmu. Tapi, ada satu syarat."

Wei Lin menatapnya dengan penuh tanya.

"Aku ingin mengubah seluruh konsep vila itu. Dari awal. Termasuk, menghancurkan semua elemen yang ada saat ini dan membangunnya dari nol."

Wei Lin terkejut, namun kemudian tertawa. "Tentu saja! Lakukan apa pun yang kau inginkan, Mei Lan. Aku percaya padamu."

Mei Lan tahu, menghancurkan vila itu bukan hanya tentang desain interior. Itu adalah simbol penghancuran kerajaan Lin Wei di masa lalu. Itu adalah caranya membalas dendam, bukan dengan darah, melainkan dengan menghapus seluruh jejaknya dari muka bumi.

Di balik senyum manisnya, Mei Lan menyimpan kepuasan yang tersembunyi. Ia telah membalikkan takdirnya. Ia tidak lagi menjadi korban. Ia adalah arsitek takdirnya sendiri.

Saat Wei Lin memeluknya erat, Mei Lan menatap langit malam. "Di kehidupan selanjutnya, mungkin... mungkin kita bisa bertemu dalam keadaan yang berbeda."

Darahku menunggumu, seribu tahun kemudian...

You Might Also Like: Cerpen Keren Langit Yang Tak Lagi

0 Comments: